Selasa, 18 Oktober 2011

Setel Katup Sepeda Motor Honda

 Ada kalanya Anda mecoba sendiri melakukan penyetelan klep pada motor Anda, tapi perlu diingat, bahwa setelan klep yang benar atau salah akan mempengaruhi terhadap performa mesin Sepeda Motor.

1. Persiapkan alat-alat antara lain;
Obeng (-) besar
Kunci T 17 (untuk motor Supra X 125/Kharisma)
Kunci T 14 (untuk motor Supra Fit, Tiger)
Ring 8-9 (untuk motor tipe bebek)
Ring 10-11 (untuk motor tipe Sport)
Ring 17 (untuk motor tipe Sport)
Ring 24 (untuk motor tipe bebek)
Fuller gauge 1set
Valve Adjusting wrech (kunci klep)

2. Buka kedua tutup klep (In dan Ex) dengan menggunakan kunci Ring 17(tipe bebek)
atau Kunci Ring 24(tipe Sport)


3. Awalnya posisikan agar kondisi valve bebas atau posisi piston pada Titik Mati
Atas (TMA), dengan cara buka tutup magnet pada blok mesin kiri dengan menggunakan
Obeng (-) besar (ada 2 buah ), pergunakan kunci Ring 14/17 untuk memutar poros
engkol berlawanan dengan jarum jam.


4. Sambil memutar poros engkol, perhatikan pada saat valve In bergerak, lihat pada
lubang kecil di blok magnet, posisikan tanda T pada garis lurus di lubang kecil
blok magnet.

5. Kemudian pegang dan gerak-gerakkan kedua klep untuk memastikan keduanya sudah
dalam posisi bebas.

6. Jika langkah diatas sudah benar, maka lakukan penyetelan valve dengan ukuran
untuk tiap-tiap motor sbb;
Tipe Sport (Tiger,Mega Pro,GL Pro,Phantom) ukuran = 0,10mm (±0,01mm).
Tipe Bebek (Supra Fit, Grand, Legenda, Supra X, Win, GL 100) ukuran celah klep =
0,05mm (±0,01mm).
Tipe Bebek (Supra X 125, Kharisma, Kirana) ukuran celah klep = 0,03mm (±0,01mm)
Tipe Matik (Vario) ukuran celah klep ( Klep In : 0,15mm (±0,01mm) Klep Ex :
0,26mm (±0,01mm) )
Cara penyetelannya adalah, kendorkan mur pengikat tappet adjuster (baut stelan
klep) dengan menggunakan Ring 8-9 / 10-11

7. Lalu letakkan Fuller gauge sesuai ukuran celah klep kedalam ujung batang klep,
putar tappet adjuster(baut stelan klep) sampai terasa apabila fuller gauge di
tarik terasa seret dan apabila didorong tidak bisa.

 


8. Kemudian keraskan lagi mur stelan klep dan cek ulang hasil stelan klep tadi,
sampai hasilnya tepat, (bila fuller gauge terasa ditarik seret dan di dorong
tidak bisa)

9. Tutup kembali semua komponen yang tadi dibuka kemudian rasakan hasilnya.

Modifikasi Mesin Sepeda Motor

Modifikasi adalah perubahan sebagaian dari konstruksi komponen motor dengan tujuan meningkatkan kemampuannya. Diantaranya :
1. Piston
Bertujuan untuk mengurangi berat piston sehingga tenaga motor meningkat karena tenaga yang hilang untuk melawan berat piston. Untuk mengurangi berat piston dilakukan dengan memotong bagian bawah piston, besarnya bagian yang dipotong tersebut sudah tertentu dan tiap sepeda motor tidak sama. Jika pemotongan berlebihan mengakibatkan keseimbangan piston terganggu sehingga menimbulkan getaran dan kerusakan berikutnya. Pemotongan harus dilakukan berhati-hati dan hasilnya halus, jika hasil potongan kasar bisa menggores didinding silinder dan mengakibatkan kebocoran kompresi.
2. Kepala Silinder
Kompresi ruang bakar sangat menentukan tenaga yang dihasilkan. Semakin tinggi kompresi ruang bakar semakin besar tenaga yang dihasilkan. Sebaliknya semakin rendah tenaga ruang bakar maka semakin kecil tenaga yang dihasilkan. Untuk mempertinggi kompresi ruang bakar dapat dilakukan dengan mengurangi volume ruang bakar. Pada sepeda motor umumnya hal ini dilakukan dengan mengerinda kepala silinder sehingga volume ruang bakar berkurang dan kompresinya menjadi lebih tinggi. Pemotongan kepala silinder harus dilakukan secara hati-hati, sebab jika pemotongan terlalu banyak dapat menyebabkan piston akan bertumbukan dengan katup pada saat langkah buang, khususnya pada sepeda motor 4 tak. Pemotongan kepala silinder yang terlalu banyak mengakibatkan tekanan kompresi menjadi sangat tinggi yang justru akan menimbulkan gangguan-gangguan lain dan kerusakan lebih lanjut.
3. Lubang Pembilasan (Lubang Pemasukan)
Jumlah gas baru campuran bensin dan udara yang dimasukkan ke ruang bakar sangat menentukan tenaga motor yang dihasilkan. Semakin banyak gas yang dimasukkan berarti kepadatan gas semakin tinggi sehingga tekanan kompresi naik dan pembakaran lebih baik. Untuk mencapai hal itu lubang pembilasan (pemasukan0 diperluas agar jumlah gas baru yang masuk lebih banyak. Perluasan lubang bilas tersebut harus tetap pada batas-batas tertentu dan disertai pula dengan modifikasi dibagian lain. Jika hal itu tidak dilakukan maka motor bukan tambah tenaganya tetapi justru menjadi rusak.
4. Sistem Kelistrikan
Tenaga listrik pada motor kebanyakan 6 volt, tegangan tersebut dapat diubah menjadi 12 volt dengan mengubah sistem kelistrikannya. Dengan tegangan 12 volt lampu-lampu menjadi lebih terang dan klakson menjadi lebih keras serta bunga api busi menjadi lebih besar. Dengan perubahan tegangan tersebut maka semua peralatan kelistrikan seperti lampu, koil, baterai, dan klakson harus diganti dengan yang 12 volt. Diameter kumparan kawat magnet juga harus diganti dengan diameter yang lebih besar. Untuk melilitkan kumparan serahkan saja kebengkel khusus jika terasa sulit karena pekerjaan ini butuh keahlian.
5. Rocker Arm
Rocker arm atau lengan penumbuk katup juga berfungsi untuk meneruskan gerakan dari batang penekan (push rod) atau dari poros pam sehingga katup bisa membuka dan menutup. Rocker arm yang baik adalah yang ringan tapi kuat. Untuk mengurangi bobot rocker arm biasanya dipotong bagian atasnya, keuntungannya bobot rocker arm berkurang sehingga berkurang tenaga untuk melawan bobot rocker arm semakin kecil. Pemotongan harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak boleh berlebihan karena akan berpengaruh terhadap kekuatan rocker arm. Jika pemotongan rocker arm berlebihan akan mengakibatkan rocker arm menjadi mudah patah.
6. Poros Cam
Untuk memperpanjang langkah katup atau menambah lama pembukaan katup, diameter poros dari poros kam dapat diperkecil sehingga tinggi puncak kam bertambah. Keuntungannya karena pembukaan katup tambah lama gas baru yang masuk semakin banyak. Akibatnya tenaga motor meningkat. Panjang langkah katup dapat ditambah dengan cara menyetel celah katup sesempit mungkin, tetapi cara ini berakibat bocornya tekanan kompresi motor.
7. Roda Gigi
Roda gigi yang dimaksud pada pembahasan ini adalah roda gigi penggerak roda belakang. Roda gigi ini terletak menjadi satu unit dengan poros roda belakang. Roda gigi penggerak roda belakang meneruskan putaran mesin dengan perantaraan rantai. Hampir semua sepeda motor menggunakan roda gigi penggerak kecuali vespa. Agar kecepatan sepeda motor bertambah pada tenaga mesin yang sama roda gigi belakang harus diganti dengan yang lebih kecil diameternya, jika roda gigi diganti dengan yang lebih kecil tentu saja panjang rantai roda harus dikurangi atau disetel.
Sumber : (no name)