Rabu, 19 Oktober 2011

Nitrous Oxide System



 NOS…. Atau singkatan dari Nitrous Oxide System merupakan suatu senyawa gas yang tersiri atas dua bagian Nitrogen dan satu bagian Oksigen. Kandungan Oksigen yang dimiliki NOS adalah 36% dari total berat NOS itu sendiri.

Didalam ruang bakar, Nitrous Oxide memisahkan diri menjadi Nitrogen dan Oksigen.
Jika bercampur dengan bahan bakar, Oksigen akan membantu pembakaran. Pada tekanan tinggi, sekitar 800psi, Nitrous Oxide berbentuk cairan. Botol dan tabung yang menampungnya tentu harus cukup kuat. Jika katup tabung tidak bekerja dengan baik, cairan akan merembes keluardan langsung berubah menjadi gas lagi.Mitros Oxide sangat peka terhadap perubahan panas. Pada saat bertekanan menjadi sangat membahayakan. Jika terkena anggota tubuh, maka anggota tubuh akan beku dan putus. Hal ini lazim disebut frost bite, yaitu hal yang sering dialami para pendaki gunung pada ketinggian 5000km diatas permukaan laut

Jika semburan gas mengarah sumber api, akan tercipta kombinasi pendinginan dan tekanan gas oksigen yang ideal untuk pembakaran, sehingga terjadi letupan. Efek pendinginan ini diperoleh dari penyerapan panas untuk menguapkan cairan Nitrous Oxide. Tetapi kondisi ini tidak mudah terjadi. Gas ini bukan bahan bakar dan tidak akan terbakar dengan sendirinya. Untuk membakarnya diperlukan sumber api. Hal inilah yang menyebabkan legal digunakan untuk kendaraan bermotor. Pada mesin, aliran gas ini biasa dikontrol oleh katup solenoid. Pasokan bahan bakar juga harus diperbanyak, gar tidak terjadi pembakaran miskin dan terjadi overheating. Dampaknya adalah piston menjadi meleleh.
Selain memasok oksigen tambahan ada keuntungan lain bila menggunakan alat yang telah lama dikenal oleh kalangan otomotif ini. Dalam keadaan cair dan gas, volume NOS ini sangat minim. Sehingga tidak mengganggu aliran udara dan BBM yang masuk melalui intake manifold. Tetapi di dalam ruang bakar, NOS akan mengembang. Kompresi dan energi akan tercipta jauh lebih tinggi. Hasil akhir, jumlah bahan bakar yang dibakar akan bisa lebih banyak dan tenaga mesinpun bertambah. Keuntungan lain, gejala detonasi dan overheating dapat dikurangi. Ini berkat campuran bahan bakar, udara, dan NOS. yang masuk ke dalam ruang bakar jauh lebih dingin. Sifat inilah yang tidak dapat kita peroleh bila menggunakan sistem pemampat udara TURBO(Sumber : Maaf saya lupa).

Selasa, 18 Oktober 2011

Combi Brake System


Apa-an sih Combi Brake itu?

Combi Brake adalah suatu teknologi mekanis untuk mendistribusikan kekuatan pengereman antara roda depan dan roda belakang dengan hanya menekan satu tuas rem sebelah kiri saja.
Dengan teknologi Combi Brake ini, sepeda motor akan berhenti dengan jarak pengereman yang lebih pendek secara lebih maksimal dengan pengereman yang merata pada kedua roda depan dan belakang secara bersama-sama. Intinya Bobot kekuatan pengereman akan terbagi secara otomatis antara  roda depan dan belakang sesuai kebutuhan pengereman pada motor.
Nah Combi Brake ini sangat cocok digunakan oleh pengendara pemula maupun kaum hawa. Dimana dengan adanya teknologi Combi Brake ini akan membantu pengendara pemula untuk melakukan pengereman layaknya pengendara motor yang sudah Pro. Combi Brake akan mengambil alih kemampuan pengendara yang pro pada saat melakukan distribusi pengereman pada roda depan dan belakang, sehingga pengendara pemula-pun akan sangat terbantu oleh Combi Brake.

Bagaimana cara Combi Brake bekerja ?

Ketika tuas rem kiri (1) ditekan, maka equalizer gaya akan bekerja untuk mendistribusikan tenaga tekanan tadi menjadi dua; yang satu menuju rem pada roda belakang (2) yang satunya lagi menuju ke tuas ungkit (3) untuk menekan knocker yang akan menekan piston hidrolik (4) yang tentu saja akan bereaksi untuk mengaktifkan rem cakram depan. Pada proses ini power pengereman akan terbagi secara otomatis pada kedua roda depan dan belakang.
Nah Intinya justru ada di mekanisme Equalizer yang akan mendistribusikan gaya berdasarkan momen gaya akibat adanya perbedaan panjang lengan tuas kabel di equlizer.
Dengan segala kelebihan Combi Brake tadi, apakah lantas Combi Brake sangat ampuh dan tidak memiliki kekurangan sama sekali? tentu saja tetap ada kelemahannya, yaitu penyetelan rem belakang (drum brake) yang harus bener-benar PAS agar Combi Brake dapat benar-benar bekerja dengan baik.
Nah, jika di Thailand motor Matic Honda sudah menggunakan Combi Brake mengapa justru motor Matic Honda Indonesia tidak ada yang mengadopsi sistem yang bagus ini?
Apa alasan AHM melepas fitur ini pada motor Matic Honda yang beredar di Indonesia? Pertama mungkin alasan menekan harga. Kedua mungkin AHM menganggap biker-biker di Indonesia sudah dianggap canggih dan Pro, jadi gak perlu lagi perlindungan sistem pengereman yang canggih ini lagi.
Kalau masih belum puas dengan kedua jawaban di atas, mari kita bikin Combi Brake sendiri aja setelah tahu cara kerjanya. gampang kok!!! Bahkan bisa diterapin di Vario, Beat, maupun product matic di luar Honda macam Mio, Soul, Spin dan Sky-Wave.